"Ek Tha Tiger", Memperjuangkan Cinta
Untung saja, pendukung lakonnya adalah nama besar seperti Salman Khan dan didukung bintang terang yang sedang bersinar Katrina Kaif. Duo itu, di tangan Aditya Chopra dan Kabir Khan selaku sutradara disulap menjadi semacam sekondan baru, yang bersiap mengalahkan "pasangan abadi" Shahrukh Khan dan Kajol.
Bedanya kali ini, Salman Khan yang pernah mendapatkan Filmfare Award untuk kategori Best Supporting Actor di film Kuch Kuch Hota Hai (1998), dan makin mendunia berkat sejumlah film yang dibintanginya dari film Hum Dil De Chuke Sanam (1999), Tere Naam (2003), Mujhse Shaadi Karogi (2004), No Entry (2005), Partner (2007), Wanted (2009), Dabangg (2010), hinggaBodyguard (2011), mendapatkan darah segar bernama Katrina Kaif.
Kaif di India sangat dipercaya disejajarkan dengan nama mapan seperti Vidya Balan (The Dirty Picture), Deepika Padukone (Desi Boyz, Aarakshan), Priyanka Chopra (Saat Khoon Maaf, Don 2) dan Kareena Kapoor (Bodyguard, Ra One).
Sedangkan, sebagai salah satu nama aktor jaminan laris di luar nama Amir Khan dan Shahrukh Khan, Salman sebagaimana kedua aktor ternama lainnya di India itu, tidak melulu menjual ketampanan dan kesentosaan bentuk tubuhnya. Kemampuan menari, lipsing juga berakting menarik menjadi daya jual utamanya.
Tapi siapa yang mampu memilih cinta, dan berpikir prima ketika perasaan itu jelma. Tidak juga seorang agen terlatih nan mematikan bernama Tiger (Salman Khan) dan Zoya (Katrina Kaif). Sengkarut antara mendahulukan urusan negara dengan embel-embel patriotisme dan sebangsanya, dan harus senantiasa melulu menomorsekiankan perasaan, membuat dua agen berbeda pandangan politik dan agama itu, harus merumuskan cara sendiri bagi cinta mereka.
Apalagi banyak dialog filsafati yang menempatkan cinta pada aras mampu mengatasi perbedaan yang paling radikal dan tak terpikirkan sekalipun.(Benny Benke/CN15)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar